Pemerintah melalui Istana Kepresidenan akhirnya angkat bicara terkait insiden pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas barakuda saat aksi demo di depan Gedung DPR RI kemarin. Kejadian tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena dinilai mengabaikan hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai.
Juru Bicara Istana Kepresidenan, Ali Fikri, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. “Kami menyesalkan insiden yang melibatkan pengemudi ojol saat berlangsungnya demonstrasi kemarin. Pemerintah mengutuk keras penggunaan kekerasan dan tindakan yang berlebihan terhadap warga negara yang berhak menyampaikan pendapatnya,” katanya.
Menurut Ali, pemerintah berkomitmen untuk menjamin hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Ia juga menegaskan bahwa aparat kepolisian telah berupaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, namun situasi di lapangan memerlukan penanganan yang lebih manusiawi.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan kekecewaan dan mendesak ada tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat dalam insiden tersebut. “Kami berharap ada keadilan dan tidak ada lagi kejadian serupa yang melukai warga yang hanya ingin menyuarakan aspirasinya,” ucap salah satu keluarga korban, Rina.
Di sisi lain, sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab. Mereka juga menuntut agar pemerintah lebih terbuka dalam menyampaikan klarifikasi terkait insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar gedung DPR sudah mulai kondusif. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi penggunaan kekuatan aparat dalam penanganan demonstrasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali